HARI BELANJA ONLINE NASIONAL

Kalau kita berbicara tentang perusahaan kecil, bagaimana mungkin mereka bisa menang melawan perusahaan-perusahaan raksasa yang mempunyai alokasi keuangan untuk Iklan dan belanja media atau biaya promosi yang luar biasa besarnya. 

Tetapi semua itu sekarang berubah. Big spenders, perusahaan-perusahaan yang biasa jar jor mengeluarkan biaya besar itu kehilangan kekuatannya. Karena sekarang sosial media dan pencarian melalui internet semudah menjentikkan jari dari perangkat komunikasi kita.

Viral adalah kata kunci dalam melakukan sebuah kegiatan promosi. Jika konten iklan kita lucu, menyentuh hati, amazing atau luar biasa. Ga usah repot-repot keluar biaya besar. Otomatis iklan itu akan Viral, menyebar dari satu Smart phone ke smart phone yang lainnya. 

Perusahaan sekarang kehilangan kontrol terhadap persepsi atau image merk atau produknya yang menggunakan metode-metode tradisional. Sebab pada jaman sekarang ini, sebagian besar orang belajar dari orang-orang yang membagikan / sharing pengalamannya menggunakan layanan atau produk tertentu. Berdasarkan itulah persepsi itu terbentuk. 

Di zaman ini, opini pelanggan, perilaku pelanggan, hal-hal yang menjadi ketertarikan pelanggan di ramu oleh peruahaan-perusahaan online yang berbasis big data untuk menciptakan layanan atau produk yang nancap di hati pelanggan.  Jadi jangan heran jika perusahaan kecil seperti Gojek, Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka menjadi perusahaan Unicorn yang mengancam perusahaan-perusahaan raksasa seperti Blue Bird, toko-toko besar seperti Matahari.

Harbolnas adalah singkatan dari Hari Belanja On Line Nasional. Hari yang dicetuskan oleh Bpk. Handi Irawan ini  menjadi hari yang sangat menarik pada saat ini. Belanja online sejak tahun 2016 yang 1.4 Triliun, pada tahun 2017 meningkat menjadi 4.7 Triluiun Rupiah. Sebuah peningkatan yang sangat fenomenal di tahun 2018, pasti akan terjadi lonjakan yang luar biasa sekali.

Ribuan orang menantikan moment ini dan siap-siap melihat barang-barang yang dijajakan untuk segera dibeli secara online. Yah… sekarang pembelian sedikit banyak bergeser dari pembelian offline ke pembelian online. Terutama untuk beberapa komoditi, seperti tiket, voucher hotel, tour yang penetrasi onlinenya sudah sangat-sangat tinggi. Kini elektronik, fashion, dll mulai meningkat secara pesat.

Jadi tidak masalah perusahaan kita kecil, modal kita terbatas dan toko kita tidak besar. Sepanjang kita mengerti prinsip-prinsip penting di zaman O2O ini. Kita akan tampil sebagai pemenangnya dan kita mengalahkan perusahaan raksasa.

Langkah antisipasi apa yang harus dilakukan perusahaan, toko atau penjual sekalipun kecil di zaman O2O ini?

1.    Websites yang menjadi landing page dan anchor situs pencarian harus dibuat semenarik dan se-informatif mungkin. Gunakan SEO (Search Engine Optimization) dan SEM (Search Engine Marketing) untuk memaksimumkan websites.

2.    Bangun E-commerce yang easy dan friendly. 

3.    Bangun data pelanggan. (membership)

4.    Bentuk networking yang kuat dengan pelanggan.

5.    Gunakan experience / pelanggan pelanggan baik kita sebagai tools untuk mempengaruhi pelanggan baru.

“The shortest horror story ever in online shopping is: SOLD OUT” - Author unknown.

Have a GREAT Day! GC